Surat Kabar – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMAN 37 Jakarta pada 22 Mei 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Pendampingan Guru SMA dalam Pengembangan Instrumen Penilaian Adaptif Berbasis Diferensiasi untuk Meningkatkan Kualitas Evaluasi Pembelajaran.” Kegiatan tersebut diikuti oleh para guru sebagai upaya penguatan kompetensi dalam merancang evaluasi pembelajaran yang lebih humanis, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dalam kegiatan tersebut, dosen Program Studi PAI FISH UNJ, Dr. Amaliyah, M.A. menekankan bahwa sebelum menerapkan penilaian adaptif dan model pembelajaran diferensiasi, hal yang paling penting adalah penguatan karakter peserta didik serta penciptaan suasana belajar yang nyaman, menyenangkan, dan mendorong kemandirian siswa.
Menurut beliau, pembelajaran tidak seharusnya hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan adab dan karakter. “Mengutamakan adab terlebih dahulu sebelum pengetahuan menjadi fondasi penting dalam pendidikan. Sebagaimana pembelajaran di Jepang, pada jenjang kelas 1 sampai 3 sekolah dasar, yang paling diutamakan adalah pembentukan karakter, kemudian setelah itu baru pembelajaran eksak dan lainnya,” ujar Dr. Amaliyah, M.A.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa penilaian adaptif tidak boleh dimaknai hanya sebagai proses pemberian skor angka semata. Penilaian harus mampu menjadi sarana yang membuat peserta didik merasa nyaman, percaya diri, dan bangga terhadap proses belajar yang mereka jalani. Melalui instrumen penilaian yang berbasis diferensiasi, siswa diberikan kesempatan mencapai tujuan pembelajaran dengan cara yang berbeda-beda sesuai kebutuhan, kemampuan, dan gaya belajar masing-masing.
Dalam praktiknya, peserta didik tidak hanya dinilai dari hasil akhir, tetapi juga dari proses belajar yang mereka lakukan, baik melalui tes, praktik, maupun aktivitas pembelajaran lainnya. Dengan demikian, evaluasi pembelajaran dapat mengurangi rasa takut siswa terhadap penilaian dan membangun pengalaman belajar yang lebih positif.
Di akhir kegiatan, Dr. Amaliyah, M.A. menegaskan bahwa inti dari penilaian adaptif dan pembelajaran diferensiasi adalah memanusiakan manusia. Pendidikan harus mampu menghadirkan ruang belajar yang menghargai keberagaman potensi peserta didik sekaligus menumbuhkan karakter, kenyamanan belajar, dan keberhasilan yang bermakna bagi setiap siswa.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi bagian dari komitmen Program Studi PAI FISH UNJ dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kapasitas guru, khususnya dalam pengembangan evaluasi pembelajaran yang lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi pada perkembangan peserta didik secara holistik.
Editor : Qurrota A’yun












