China News Service (CNS) mengapresiasi kontrak terbaru Shanghai Electric untuk Unit 3 Proyek Pembangkit Listrik *Combined Cycle Gas Turbine* (CCGT) Samalaju di Sarawak, Malaysia, serta menyoroti proyek ini sebagai penerapan pertama di luar negeri bagi turbin gas *heavy-duty* buatan perusahaan Tiongkok tersebut.
https://youtu.be/0rK3O7ispTQ?si=wZ_x_lXpo5SjxC_V
Kesepakatan tersebut dipandang sebagai tonggak sejarah dalam komersialisasi internasional teknologi turbin gas berkapasitas besar milik Tiongkok, demikian ungkap CNS dalam laporan berita yang dirilis pada 29 September.Menurut laporan tersebut, Shanghai Electric akan menyediakan paket lengkap peralatan utama untuk pembangkit listrik berkapasitas 500 megawatt, termasuk turbin gas dan uap, generator, *heat recovery steam generator* (HRSG), serta sistem pendingin udara.
Perusahaan ini juga akan bertindak sebagai kontraktor *engineering, procurement, and construction* (EPC) dan menyediakan layanan siklus hidup jangka panjang yang mencakup peralatan utama tersebut.”Ini bukan sekadar ekspor peralatan, melainkan terobosan substansial bagi turbin gas berkapasitas besar (*heavy-duty*) buatan Tiongkok dalam persaingan komersial internasional,” ujar Li Wenkai, wakil kepala Departemen Konsultasi Teknik Pembangkitan Listrik di bawah China Electric Power Planning & Engineering Institute, sebagaimana dikutip oleh CNS.
Sementara itu, Shanghai Electric juga menyediakan solusi terintegrasi, di mana peralatan utamanya diproduksi dalam sistem industri perusahaan sendiri dan dikoordinasikan dalam kerangka proyek yang menyatu, ungkap CNS.Berbeda dengan proyek yang menggabungkan peralatan dari berbagai pemasok, model ini mengurangi kebutuhan bagi pemilik proyek atau kontraktor EPC untuk mengoordinasikan antarmuka, parameter teknis, dan sistem kendali di antara vendor yang berbeda. Model ini juga menyatukan tanggung jawab, antarmuka teknis, jaminan kinerja, dan manajemen proyek dalam satu kerangka kerja terpadu yang dijelaskan dalam laporan tersebut.
“Pasar Malaysia merupakan pasar komersial yang matang, di mana klien memilih peralatan berdasarkan teknologi, pengiriman, dan biaya siklus hidup secara keseluruhan,” kata Liu Zhitan, wakil direktur Komite Khusus Pembangkitan Listrik Turbin Gas dari Chinese Society for Electrical Engineering, kepada CNS.Keberhasilan memenangkan tender ini menandakan bahwa produk turbin gas dan solusi terintegrasi Shanghai Electric mulai mendapatkan validasi komersial di pasar luar negeri yang sudah matang, ujar Liu.
Shanghai Electric telah membangun kehadiran di Malaysia melalui berbagai proyek energi, termasuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara Balingian berkapasitas 2×300 megawatt, proyek energi terbarukan di Selangor, dan proyek energi terbarukan TG12. Di Sarawak, perusahaan ini juga telah merampungkan pembangunan saluran transmisi 500 kilovolt sepanjang 106 kilometer serta membangun proyek *microgrid off-grid* pertama di negara bagian tersebut.
Kehadiran lokal semacam itu memberikan landasan penting bagi perusahaan untuk memperkenalkan peralatan utamanya ke pasar luar negeri, sekaligus memperkuat pengalamannya dalam pelaksanaan proyek dan layanan lokal, catat CNS dalam laporannya. Proyek Samalaju menunjukkan daya saing Shanghai Electric dalam bidang rekayasa serta kapabilitas peralatan utamanya di pasar luar negeri, sekaligus menandai peralihan dari model “ekspor peralatan yang menyertai proyek rekayasa” menuju ekspor langsung peralatan lengkap dan solusi menyeluruh.
Langkah ini juga mencerminkan perubahan permintaan di pasar ketenagalistrikan internasional. Menurut media Tiongkok, para pengembang luar negeri kini semakin mencari solusi *turnkey* (siap pakai) yang didukung oleh layanan jangka panjang, alih-alih sekadar membeli komponen peralatan secara terpisah dari berbagai pemasok.Selama bertahun-tahun, ekspor peralatan kelas atas Tiongkok sebagian besar berupa mesin dan peralatan satuan, dengan persaingan yang terutama berfokus pada harga perangkat keras; hal ini menghasilkan margin keuntungan yang terbatas dan ruang yang sempit untuk nilai tambah merek (*brand premium*), ujar Liu.
Pendekatan Shanghai Electric bertujuan untuk melampaui persaingan berbasis perangkat keras dengan menawarkan solusi terintegrasi dan dukungan sepanjang siklus hidup produk, tambahnya.Perkembangan ini terjadi di tengah kondisi pasokan yang ketat di pasar turbin gas global. Data menunjukkan bahwa pesanan turbin gas global mencapai sekitar 90–100 GW pada tahun 2025, sementara kapasitas manufaktur global berada di kisaran 55–60 GW, yang mencerminkan ketidakseimbangan signifikan antara pasokan dan permintaan.
Dalam situasi tersebut, para pengembang luar negeri yang sebelumnya mengandalkan pemasok internasional mapan kini semakin mempertimbangkan penyedia alternatif—khususnya perusahaan Tiongkok yang mampu menawarkan waktu pengiriman lebih singkat serta solusi terintegrasi, kata Li.Shanghai Electric telah menetapkan ekspansi global sebagai prioritas utama selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030). Perusahaan menggarisbawahi tiga perubahan arah strategis: beralih dari fokus pada proyek rekayasa luar negeri menuju penekanan lebih besar pada ekspor peralatan; beralih dari perdagangan sederhana menuju investasi internasional dalam kapasitas produksi dan rantai pasok industri; serta beralih dari ekspansi mandiri oleh masing-masing perusahaan menuju pengembangan luar negeri yang lebih luas dan terkoordinasi.






